Perubahan Kebijakan Kantin: Sejauh Apa Imbasnya



ManifesT - Malang (27/2) Bagian TatUsaha Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) telah mengeluarkan surat edaran pada Rabu (14/2) tentang kebijakan baru kantin fakultas. Kebijakan tersebut berlaku mulai tanggal 5 Maret 2018 dan ditujukan kepada seluruh pedagang baik stan dalam maupun luar kantin FH. Surat edaran tersebut membahas tentang pembaharuan sistem kantin dimana kantin yang ada akan beroperasi pada Sabtu dan Minggu. Selain itu, surat edaran tersebut juga mengatur persoalan sistem bagi hasil yang akan diterapkan sebesar 17% per hari kepada para pedagang.

Sistem bagi hasil 17% tersebut telah ditentukan oleh Badan Usaha Non Akademik (BUNA) UB. Sistem ini diberlakukan kepada seluruh kantin yang ada di UBBeberapa kantin fakultas lain di UB telah lebih dulu menerapkan sistem ini. Hal ini membuat sistem pembayaran di kantin menjadi terpusat dengan tujuan untuk dapat memudahkan pembagian hasil tiap stan dalam satu harinya. Akan tetapi, sistem pembayaran terpusat ini justru menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat FH. 
Pro dan kontra terhadap sistem ini muncul dari beberapa pedagang dan juga mahasiswa FH, terutama mahasiswa tingkat Strata 1 (S1). Mereka kurang sepakat dengan adanya sistem kasir terpusat, lantaran akan menimbulkan berbagai dampak seperti adanya antrian panjang  dan keramaian. ‘’Saya kurang setuju dengan kasir terpusat, Mbak. Nanti adanya kita malah antri panjang gak karuan gara-gara cuma mau bayar", ujar Izzur salah satu mahasiswa prodi S1 FHHal ini berbeda dengan pandangan mahasiswa S2 yang justru setuju dengan diterapkannya sistem ini. Mereka menganggap sistem pembayaran terpusatlebih efisien dalam memfasilitasi jalannya kantin dan memudahkan para pedagang dalam permasalahan bagi hasil dengan pihak universitas serta menghindari kecurangan para pedagang. Mengenai pro dan kontra tersebut, pihak TU FH masih akan mengkaji dan mempertimbangkan kembali permasalahan ini.

Dengan adanya kebijakan ini , para pedagang pun meminta untuk menambahkan fasilitas seperti : meja dan kursi, kanopi untuk bagian luar , dan mesin edisi setiap stan. Mesin edisi ini digunakan untuk pembayaran di setiap stan agar tidak ada antrian panjang pembayaran di setiap kantin. “Saya kemarin usul agar menyediakan mesin edisi di setiap stan, agar pembayaran tidak ribet. Jadi istilahnya pembeli tidak perlu bayar di kasir. Jadi, misal tutup jam 4, bagian yang ditugaskan oleh fakultas dapat memeriksa mesin edisi berapa transaksi yang ada hari itu.” Ujar pak Aji, salah satu pedangang di kantin FH.

Disisi lain, terdapat ketentuan baru pula terkait waktu berjualan di Sabtu dan Minggu. Stan bagian dalam, mendapat giliran berjualan di hari Sabtu, dan stan bagian luar mendapat giliran berjualan di hari Minggu. “Hal ini telah disepakati oleh seluruh penjual yang ada di kantin FH”, ujar Murtado Kepala TU FH. Kebijakan baru ini ditargetkan untuk memfasilitasi mahasiswa pascasarjana atau S2 yang notabenenya berkuliah pada hari sabtu dan minggu. “ Alasan diadakannya sistem jualan sabtu dan minggu bergilir ditargetkan untuk memfasilitasi mahasiswa S2 yang kuliah sabtu minggu biar gak kejauhan kalo mau beli makan dan minum”, imbuhnya. Beliau lebih menjelaskan mengenai hal ini. Bahwasannya setiap hari Sabtu pertama berlaku bagi stan dalam urutan pertama, lalu Sabtu kedua berlaku bagi stan dalam kedua, dan seterusnya. Sedangkan hari Minggu merupakan sepenuhnya hak dan kesepakatan stan luar.

Pemberlakuan sistem bergilir antar stan dilakukan karena mahasiswa/i yang kuliah pada hari tersebut lebih sedikit dibandingkan hari efektif. Pihak fakultas pun juga melarang seluruh stan untuk berjualan semua. “Saya melarang stan hari Sabtu dan Minggu untuk jualan semua, saya bikin stan yang jualan bergiliran agar tidak berebut jualan. Tetapi apabila pada hari Sabtu dan Minggu stan yang yang mendapat giliran tidak bisa jualan dengan alasan yang tidak masuk akal maka akan dikenakan sanksi denda sesuai kesepakatan para penjual.”, lanjutnya. Peraturan ini dibuat agar kantin pada Sabtu dan Minggu tetap ada yang jualan. Dengan adanya kebijakan baru diharapkan kedepannya kantin Fdapat menjadi lebih lagi dan tidak saling merugikan satu sama lain. (tys/ory)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.