Cuaca Tak Bersahabat, Debat Terbuka PEMIRA 2017 Tetap Penuh Antusias


ManifesT - Malang (27/11) Sore tadi, telah diselenggarakan debat terbuka “Pemilihan Mahasiswa Raya” atau akrab disebut sebagai Pemira. Debat tersebut diselenggarakan dengan sistematis, meskipun sepanjang acara berlangsung diguyur hujan lebat. Acara tersebut juga berlangsung secara kondusif dengan para peserta mampu berdebat secara beradab dan beretika. Penonton yang hadir meramaikan juga terkesan tertib dengan menjaga keberlangsungan acara secara meriah, namun dibarengi pula dengan sikap saling menghargai.

Apresiasi tinggi boleh diakui dalam Pemira kali ini. Para calon yang bersaing pun terkesan kritis dan tetap menjaga hubungan baik satu sama lain dan memiliki tujuan yang cenderung sama yakni kemajuan Universitas Brawijaya (UB). Hal ini tampak dalam sesi tanya jawab dalam debat terbuka dimana para calon tidak melontarkan pernyataan yang saling menjatuhkan pihak lain. Mereka justru memberikan pertanyaan sekaligus memberi kritik yang positif kepada lawan.
“Semua calon DPM  baik dari cluster 1 maupun cluster 2 yang apabila diamanahkan nantinya, semua teman- teman calon DPM memiliki visi misi yang sama yakni saling bekerja sama dalam membangun dan memajukan DPM UB menjadi lembaga legislatif yang lebih baik, demi melayani mahasiswa dan kebaikan kedepannya bagi mahasiswa itu sendiri”, terang Alif, calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UB dari Fakultas Ilmu Administrasi. Dalam debat terbuka kali ini, persaingan antar calon tetap terasa kental meskipun cuaca tidak bersahabat. Hal tersebut juga ditegaskan oleh calon DPM dengan nomor urut dua tersebut. Dia mengatakan bahwa meski cuaca kurang mendukung, hal ini tidak mengurangi semangat dan tensi persaingan antara calon DPM.

Senada dengan pendapat Alif, Raffi yang merupakan penonton debat terbuka dari Fakultas Hukum mengatakan bahwa meski cuaca kurang mendukung jalannya debat terbuka kali ini, antusiasme baik dari calon DPM, calon Presiden dan Wakil Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) UB 2018, dan penonton debat masih sangat terasa. Namun, Raffi menyayangkan kurang banyaknya penonton debat terbuka Pemira 2017 kali ini.
“Cuaca kali ini memang kurang mendukung yang kemungkinan menjadi penyebab kurangnya antusiasme dari civitas akademika UB untuk ikut hadir pada debat terbuka kali ini”, lanjutnya. Dia juga berharap agar siapapun yang terpilih bak menjadi DPM atau Presiden/Wakil Presiden EM UB dapat membawa nama baik fakultas masing-masing dan terlebih lagi nama baik Universitas Brawijaya. Dan sebagai implementasinya, membawa manfaat dan memberikan pelayanan yang baik dan tentunya juga dapat dirasakan oleh warga masyarakat Universitas Brawijaya. (adr/jjo)

1 komentar:

  1. Not a bad article, maybe its need some improvement. But other than that, keep up the good work!

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.